SURAT UNTUK CINTA

Juli 14, 2008

Cinta.
Bagai aroma surgawi yang menjelma
beresonansi di taman jiwa.
Menciptakan warna dalam lukisan cerita
beriak tawa, bertinta air mata.
Memekarkan kuncup-kuncup asmara,
begitu indah terasa
hingga dunia ini milik berdua.

Cinta, dulu …..
mengapa kau
terlambat membuatku terjaga
hingga kuncup itu mati
sebelum terkembang
Cinta, saat inipun
ku terlalu angkuh untuk membalas senyummu
marahkah kau padaku lalu ……

Cinta, mengapa kau tidak adil padaku….
Mengapa tak pernah ada bunga untukku….
Biar kuresapi wanginya, indah mahkotanya
Menghiasi pekarangan hati ini..

Cinta,
apabila kau anugerah
jika kau adalah fitrah……….
kini tanahku semakin cadas
matahariku terlalu panas
mustahil…!

Cinta, kini ku tak mau bunga
Datanglah bersama bidadari.
ukhti..Ku kan menantimu sambil terjaga

(140708, 03.40 AM di kamar EZM)

Entry Filed under: puisi & sastra. .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Time as Sword

Juli 2008
S S R K J S M
    Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Lembar Pribadi

Arsip

Blogroll

DIRECTOR of CHANGE site..

Yang Hot In Here

Menu

Sebuah oase idealisme di belantara realitas. Eksistensi sebuncah semangat yang mengalir deras untuk terus belajar dan menjadi lebih baik. Disertai harapan untuk dapat berkontribusi bagi upaya pencerdasan umat & bangsa serta membangun kembali izzah (kemuliannya).

Komentar Terakhir

Flickr Photos

acceptance

Cardiac

Mirror that Reflects

More Photos