KECERDASAN KOMUNIKASI

Juli 11, 2008

Latar belakang identitas sosial kita sebagai manusia telah menghadirkan sebuah konsekuensi logis, dengan adanya interaksi serta konflik antar individu dalam suatu komunitas masyarakat, yang saat ini sudah terasa sedemikian kompleks. Putaran zaman yang begitu cepat, peradaban yang mengalir deras dalam hiruk pikuk modernitas telah mengantarkan kita pada kehidupan yang padat dengan permasalahan dan tantangan. Tuntutan yang semakin besar dalam memenuhi kebutuhan berarti semakin terbukanya peluang terjadinya friksi serta kompetisi, dengan beragam bentuk dan pengaruh yang menyertainya dalam keharmonisan serta keutuhan. Sehingga konflik yang terjadi harus terkelola melalui komunikasi yang efektif, terpelihara dalam bingkai dependensi mutualistik.
Keberhasilan individu untuk tetap survive dan senantiasa melakukan lompatan-lompatan besar di tengah derasnya dinamika hidup, salah satunya terlihat melalui kualitas karakter dan softskillnya, maupun interaksi sosial yang akan menakar nilai tawar dalam komunitasnya. Keterampilan berkomunikasi memiliki hubungan yang linier dengan pencapaian sebuah kesuksesan.
Komunikasi bagi saya lebih dari sekadar saling bertukar informasi atau pendapat, ia merupakan seni membangun hubungan dan mempengaruhi orang lain agar mereka dapat menerima keberadaan kita dan bersikap/berpikir sesuai dengan apa yang kita kehendaki. Media komunikasi bervariasi sesuai kompleksitas yang mengemasnya saat ini. Lisan atau tulisan, audio atau visual, verbal atau non-verbal, bagaimanapun pemenuhannya tetap membutuhkan kompetensi sehingga komunikasi dapat terselenggara dengan efektif.

Secara intrapersonal, komunikasi harus mensinergikan pikiran, hati dan sikap pribadi, entah dalam menerjemahkan realitas atau menghadapi permasalahan hidup. Imunitas pribadi dan kekuatan karakter terlahir melalui interaksi dan pemahaman yang baik akan hal ini. Ia dapat terlahir dari proses perenungan, adaptasi dan evaluasi internal yang kontinyu untuk kemudian dapat membuka diri dan mengarungi lautan konflik eksternal baik yang bertendensi positif maupun negatif. Medan interaksi interpersonal kita memiliki tipe dan level psikologis yang beragam, baik dari segi manusianya, masalah dan kondisi lingkungan yang melatarinya. Sehingga munculah istilah 3S(Senyum-Sapa-Salam), Berbicara efektif, Mendengar aktif –tentang keterampilan menyimak dan eksplorasi, Bahasa Tubuh (Body Language), dan lain sebagainya.

Entry Filed under: My Opinion. .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Time as Sword

Juli 2008
S S R K J S M
    Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Lembar Pribadi

Arsip

Blogroll

DIRECTOR of CHANGE site..

Yang Hot In Here

Menu

Sebuah oase idealisme di belantara realitas. Eksistensi sebuncah semangat yang mengalir deras untuk terus belajar dan menjadi lebih baik. Disertai harapan untuk dapat berkontribusi bagi upaya pencerdasan umat & bangsa serta membangun kembali izzah (kemuliannya).

Komentar Terakhir

Flickr Photos

il paese che muore

290/365

Villa Moderna

More Photos