Anak Zaman

Juli 11, 2008

Bahwa manusia adalah anak zamannya masing-masing. Ia memang dihadirkan dengan spesifikasi dan kapasitas tertentu sesuai kondisi dan kebutuhan masa eksistensinya. Menganalisa masa lalu, mensintesanya bersama realita dan cita-cita untuk kemudian menuliskan sejarah dan membangun peradaban dengan tangan-tangannya sendiri. Hal terakhir terbangun kadang melalui pergulatan menginteraksi masalah, mengawalinya dengan ketidaktahuan dan mereka menjembataninya dengan pembelajaran. Berpacu dengan waktu, di belantara problematika dan rimbun tantangan yang seringkali melampaui kedewasaan mereka untuk menempatinya.

Entry Filed under: My Opinion. .

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Time as Sword

Juli 2008
S S R K J S M
    Agu »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Lembar Pribadi

Arsip

Blogroll

DIRECTOR of CHANGE site..

Yang Hot In Here

Menu

Sebuah oase idealisme di belantara realitas. Eksistensi sebuncah semangat yang mengalir deras untuk terus belajar dan menjadi lebih baik. Disertai harapan untuk dapat berkontribusi bagi upaya pencerdasan umat & bangsa serta membangun kembali izzah (kemuliannya).

Komentar Terakhir

Flickr Photos

acceptance

Cardiac

Mirror that Reflects

More Photos